Konstribusi Model Pendidikan Pondok Pesantren Darunnajah Kabupaten Banyuwangi dalam Peningkatan Sumberdaya Manusia

The Contribution of the Darunnajah Islamic Boarding School Education Model in Banyuwangi Regency to Human Resource Development

Authors

  • M. Syamsudini Jurusan Tarbiyah, STAIN Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/fenomena.v16i1.662

Keywords:

Educational Model, Islamic Boarding School (Pesantren), Human Resources, Model Pendidikan, Pesantren, Sumber Daya Manusia

Abstract

The limited capacity of traditional Islamic boarding schools (pesantren) to respond to modernization and produce competitive human resources remains a critical issue in contemporary Indonesian education. This study addresses the broad problem of how pesantren can reform their educational models to enhance human resource quality, particularly in the era of regional autonomy. The research specifically aims to examine the educational model developed by Darunnajah Islamic Boarding School in Banyuwangi and its contribution to improving human resources. A qualitative approach was employed, utilizing observation, in-depth interviews with kyai, teachers, and students, and documentary studies to collect data. The findings reveal that Darunnajah develops three integrated educational models: traditional (salaf), modern (kholaf), and comprehensive, which combines classical Islamic kitab learning with formal education, computer and science laboratories, a modern library, and an innovative Islamic Nasyid arts school. These models aim to produce graduates who are not only proficient in religious knowledge but also possess general academic skills and artistic talents. The study concludes that the integration of traditional and modern systems significantly supports human resource development. It is recommended that pesantren foundations improve facilities and coordination, while teachers and students optimize time management and actively participate in extracurricular activities to maximize competency.

Keterbatasan pesantren tradisional dalam merespons modernisasi dan menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif merupakan isu krusial dalam pendidikan Indonesia kontemporer. Penelitian ini membahas peta besar masalah bagaimana pesantren dapat mereformulasi model pendidikannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di era otonomi daerah. Tujuan penelitian adalah mengkaji model pendidikan yang dikembangkan Pondok Pesantren Darunnajah di Banyuwangi serta kontribusinya terhadap peningkatan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam terhadap kiai, ustadz, dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Darunnajah mengembangkan tiga model pendidikan terintegrasi: tradisional (salaf), modern (kholaf), dan komprehensif, yang memadukan pengajaran kitab kuning dengan pendidikan formal, laboratorium komputer dan IPA, perpustakaan modern, serta sekolah seni Nasyid Islami. Model-model ini bertujuan melahirkan lulusan yang unggul dalam pengetahuan agama, akademik umum, dan keterampilan seni. Kesimpulannya, integrasi sistem tradisional dan modern berkontribusi signifikan terhadap pengembangan sumber daya manusia. Direkomendasikan agar pengurus yayasan meningkatkan sarana prasarana, serta ustadz dan santri mengoptimalkan waktu dan kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkuat kompetensi lulusan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, S. 2001. Manajemen Sumberdaya Manusia, Stategi Keunggulan Kompetitif, Yogyakarta: BPIPE

Azra, Azyumardi. 2000. Pendidikan Islam, Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium Baru, Jakarta: Logos

Creswell, John W. 1994.Research Design Qualitative & Quantitative Approaches. California: Sage Publication.

Daulay, Haidar Putra. Historitas dan Eksistensi: Pesantren, Sekolah dan Madrasah. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2001.

Departemen Agama RI, 2008. Pola pembelajaran Pesantren, Jakarta, Dirjen Dikti

Departemen Agama RI. 1981. Pedoman Penyelenggaraan Unit Keterampilan Pondok Pesantren. Jakarta: Proyek Pembinaan Bantuan Kepada Pondok Pesantren Ditjen Binbaga Islam Depag RI.

Departemen Agama RI. 1985. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Ditjen Binbaga Islam Depag RI.

Departemen Agama RI. 2002. Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia Baru. Jakarta: Gramedia.

Departemen Agama RI. 2003a. Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah, Pertumbuhan dan Perkembanganya, Jakarta: Ditjen Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI

Departemen Agama RI. 2003b. Pola Pengembangan Pondok Pesantren. Jakarta: Ditpekapontren Ditjen Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI.

Departemen Agama RI. 2003c. Pola Pembelajaran di Pesantren. Ditpekapontren Ditjen Kelembagan Agama Islam Departemen Agama RI

Departemen Agama RI. 2003d. Pedoman Tata Laksana Pengembangan Agribisnis di Pondok Pesantren. Ditpekapontren Ditjen Kelembagan Agama Islam

Departemen Agama RI. 2003d. Pola Pemberdayaan Masyarakat melalui Pondok Pesantren. Ditpekapontren Ditjen Kelembagan Agama Islam

Depdikbud. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka.

Djarnahuddin. 1998. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka setia.

Geertz, Clifort, 1982. Abangan Santri Priyayi dalam Masyarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Jaya.

Ghazali, M. Bahri. Pesantren Berawawasan Lingkungan. Jakarta: Prasasti, tr.

Hasbullah. 1999a. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Hasbullah. 1999b. Kapita Selekta Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Irianto, J. 2001a. Prinsip-Prinsip Dasar Manajemen Pelatihan, Surabaya: Insan Cendekia.

Irianto, J. 2001b. Tema-Tema Pokok Manajemen Sumberdaya Manusia, Surabaya: Insan Cendekia

Irianto, J. 2001c. Isu-Isu Strategis Pengembangan Sumberdaya Manusia, Surabaya: Insan Cendekia.

Jailani, A Timur, 1983, Peningkatan Mutu Pendidikan Islam, dan Pengembangan Perguruan Agama, Jakarta: Darmaga

Kartasasmita, 1996.Ginandjar. Pembangunan Untuk Rakyat Memadukan Pertumbuhan dan Pemertaan. Jakarta: PT. Pustaka CIDESINDO.

Mahfudh, 1994. Sahal. Nuansa Fiqh Sosial. Yogyakarta: LKiS.

Majid, Nurcholis. 1989. Merumuskan Kembali Tujuan Pendidikan Pesantren, dalam Dawam Raharjo. (ed). Pergaulan Dunia Pesantren. Jakarta: P3M.

Mas'ud, Abdurrachman. 2002. Dinamika Pesantren dan Madrasah.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Mas'ud, Abdurrahman. 2004. Intelektual Pesantren, Perhelatan Agama dan Tradisi, Yogyakarta: LKiS

Mastuhu, 1994. Dinamika Sistem pendidikan Pesantren, Jakarta: INIS

Mastuhu, 1999. Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam, Jakarta: Logos

Mastuki dan El-Saba, M. Ishom (eds). 2003. Intelektualisme Pesantren, Potret Tokoh dan Cakrawala Pemikiran di Era Pertumbuhan Pesantren, Jakarta: Diva Pustaka

Raharjo, Islam di Indonesia, 1985. Pesantren dan Pembaharuan, Jakarta: LP3ES

Nata Abuddin, Prof. Dr. 2008. Sejarah Pendidikan Islam Pada Periode Klasik dan Pertengahan, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Saleh, Abdurrochman.1988. Pedoman Pembinaan Pondok Pesantren. Jakarta: Proyek Pembinaan Bantuan Kepada Pondok Pesantren Ditjen Binbaga Islam Depag RI.

Shiddiq, Ahmad. Khittab Nahdliyah. Surabaya: Balai Buku, 1979.

Sufo, F. 1999. Human Resources Development, Business Professional Publishing.

Sudradjad. 2000. Kiat Mengentaskan Pengangguran Melalui Wirausaha. Jakarta: Sinar Grafika.

Tampubolon. 1973. Efektivitas Sistem Pemerintahan Desa dan Lembaga-lembaga Desa: Suatu Studi Tentang Kepemimpinan Opini. Malang: Fakultas Ketatanegaraan dan Ketatanigaan, UNBRA.

Tarmudji, Tarsis. 2000. Prinsip-Prinsip Wirausaha. Yogyakarta: Liberty.

Wachid, Abdurrochman. 1988. Pesantren Sebagai Subkultur (dalam Pesantren dan Perubahan), Jakarta: LP3ES.

Wahid, Abdurrahman. 1978. Bunga Rampai Pesantren, Jakarta: Darma Bakti

Wahid, Abdurrahman. “Kurikulum Pesantren dan Penyediaan Lapangan Kerja”, dalam Bunga Rampai Pesantren. Jakarta: CV. Dharma Bhakti,2001 tt.

Yacub, 2001. Pondok Pesantren dan Pembangunan Masyarakat Desa, Bandung, Angkasa.

Zaimek, Manfret. 1986. Pesantren dalam Perubahan Sosial, Jakarta: P3M

Zamakhsyari, Dhofier. 1990. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

Downloads

Published

2017-01-10

How to Cite

Syamsudini, M. (2017). Konstribusi Model Pendidikan Pondok Pesantren Darunnajah Kabupaten Banyuwangi dalam Peningkatan Sumberdaya Manusia: The Contribution of the Darunnajah Islamic Boarding School Education Model in Banyuwangi Regency to Human Resource Development. Fenomena, 16(1), 61-84. https://doi.org/10.35719/fenomena.v16i1.662

Similar Articles

1-10 of 388

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)