Peran BMT Mentari Sekawan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pedagang Kecil di Pasar Yosowilangun
The Role of Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Mentari Sekawan in Improving the Welfare of Small Traders in Yosowilangun Market
DOI:
https://doi.org/10.35719/fenomena.v6i2.412Keywords:
BMT Mentari Sekawan, prosperity of small traders,, profit-sharing, kesejahteraan pedagang kecil, bagi hasilAbstract
The presence of Sharia financial institutions based on community empowerment, such as BMT, offers a crucial solution to the limited access to capital for small and medium enterprises in Indonesia. This study aims to describe the role of BMT Mentari Sekawan in improving the prosperity of small traders at Yosowilangun Market. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The main findings indicate that BMT Mentari Sekawan provides business capital financing based on Sharia principles, manages funds through profit-and-loss-sharing systems, and offers business assistance. Traders perceive benefits such as easier access to capital, business development, and psychological satisfaction from the Sharia-compliant investment system. In conclusion, BMT plays a significant role in the prosperity of small traders through productive financing and profit-sharing principles. It is recommended that the government strengthen regulations and that BMT upgrade its legal status to BPRS for greater effectiveness.
Kehadiran lembaga keuangan syariah berbasis pemberdayaan masyarakat seperti BMT menjadi solusi krusial bagi keterbatasan akses permodalan usaha kecil menengah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran BMT Mentari Sekawan dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil di Pasar Yosowilangun. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa BMT Mentari Sekawan menciptakan sumber pembiayaan modal usaha berbasis prinsip syariah, mengelola dana dengan sistem bagi hasil (profit and loss sharing), serta memberikan pendampingan usaha. Manfaat yang dirasakan pedagang meliputi kemudahan akses modal, pengembangan usaha, dan kepuasan psikologis karena sistem investasi sesuai syariah. Kesimpulannya, BMT berperan signifikan dalam kesejahteraan pedagang kecil melalui pembiayaan produktif dan prinsip bagi hasil. Direkomendasikan penguatan regulasi pemerintah dan peningkatan status BMT menjadi BPRS untuk efektivitas yang lebih besar.
Downloads
References
Al Jaziri. 1996. Fiqh ‘ala Madzahib al arba’ah. Beirut: Dar al Fikr.
Al Zuhaili. 1984. al Fiqh al Islami wa Adilatuh. Beirut: Dar al Ilm.
Alma, Buchori. 2000. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.
As Shidiqi. 1984. Pengantar Fiqh Muamalah. Jakarta: Bulan Bintang.
Basyir, Ahmad Azhar. 1994. Refleksi Atas Persoalan keislaman. Bandung: Mizan.
Faisal, Sanapiah. 1987. Penelitian Kualitatif; Dasar-Dasar Dan Aplikasinya. Malang: Yayasan Asah, Asih, Asuh.
Ibn Qudamah. 1981. al Mughni. Beirut: Dar al Fikr.
Janwari, Yadi. 2000. Lembaga-Lembaga Perekonomian Syari’ah. Bandung: Pustaka Mulia.
Jurnal at Tadbir, No: 1 Tahun 1998, BPPIP IAIN Sunan Gunung Jati.
Muhammad. 2000. Lembaga-Lembaga Keuangan Umat Kontemporer. Yogyakarta: UII Press.
PINKBUK. Tt. Pedoman Cara Pembentukan BMT. Jakarta: Balai Usaha Mandiri Terpadu.
Purwata Atmaja, Karnaen. 1996. Membumikan Perekonomian Islam di Indonesia. Jakarta: Usaha Kami.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2007 Sri Lumatus Sa'adah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









