Peran Tokoh Informal dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Umat di PP. An-Nuriyah Kaliwining Rambipuji Jember

The Role of Informal Leaders in Enhancing the Quality of Community Education at An-Nuriyah Islamic Boarding School, Kaliwining, Rambipuji, Jember

Authors

  • Sarwan Sarwan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/fenomena.v5i2.393

Keywords:

Informal Leaders, Quality of Education, Islamic Boarding School, Tokoh Informal, Mutu Pendidikan, Pondok Pesantren

Abstract

The low level of support and the limited participatory roles of informal leaders in educational development constitute a critical issue in Jember Regency. This research examines the strategic role of informal leaders as agents of social change to improve the quality of community education. The study aims to analyze the roles, strategies, and constraints of informal leaders at Annuriyah Islamic Boarding School in Kaliwining. A qualitative approach was employed, using observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that informal leaders are directly involved in strengthening moral character, improving teacher quality, developing the curriculum, and building academic traditions within the pesantren. Externally, they contribute to community service, parent guidance, and economic empowerment. In conclusion, informal leaders significantly enhance educational quality through effective pesantren management and university partnerships. The study recommends local government policies that support pesantren education and increased community participation.

Rendahnya dukungan dan peran partisipatif tokoh informal dalam pembangunan pendidikan menjadi isu krusial di Kabupaten Jember. Penelitian ini bertolak dari peran strategis tokoh informal sebagai agen perubahan sosial dalam meningkatkan mutu pendidikan umat. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran, strategi, serta hambatan tokoh informal di Pondok Pesantren Annuriyah Kaliwining. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh informal terlibat langsung dalam penguatan akhlakul karimah, peningkatan kualitas sumber daya guru, pengembangan kurikulum, serta membangun tradisi akademik pesantren. Secara eksternal, mereka berperan dalam pengabdian masyarakat, pembinaan wali santri, dan pemberdayaan ekonomi. Kesimpulannya, tokoh informal berkontribusi signifikan melalui manajemen pesantren yang efektif dan kemitraan dengan perguruan tinggi. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada pendidikan pesantren serta peningkatan partisipasi masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azra, Azyumardi, 2002, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Burns, Tom. R. 1987. Manusia, Keputusan, Masyarakat, Teori Dinamika Antara Aktor dan Sistem Untuk Ilmuan Sosial. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Creswell, Jhon W. 1994. Research Design Qualitative & Quantitative Approaches. California: Sage Publication.

Departemen Agama. RI, 2002. Pedoman Pondok Pesantren, Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama & Pondok Pesantren.

Departemen Agama. RI, 2003. Pola Pembelajaran di Pondok Pesantren, Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama & Pondok Pesantren.

Departemen Agama. RI, 2003. Pola Pengembangan Pondok Pesantren, Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama & Pondok Pesantren.

Departemen Agama. RI, 2003. Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah; Pertumbuhan & Perkembangannya, Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama & Pondok Pesantren.

Dhofier, Zamarksyari, 1984, Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

Gaffar, Affan, 2000, Politik Indonesia Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hadi, Sutrisno, 1993, Metodologi Research, Yogyakarta: UGM Press.

Harian Umum Kompas, 1975. Menteri Agama Tentang Aliran-aliran Kebatinan, 23 Juli. Jakarta: PT Gramedia.

Hofseteced, W.M.T. 1971. Decision Making Processes in Four -West Javanese Villages, Nijmegen: Offsetdrukeri Fiscaliteit der Wiskunde en Netuurtwetenscappen.

Kartasasmita, Ginanjar. 1996. Pembangunan Untuk Rakyat Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan, Jakarta: PT. Pustaka CIDESINDO.

Mastuhu.1994. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, Jakarta: LP3ES.

Masyhud, Sulthon, et.al.,2003.Manajemen Pondok Pesantren.Jakarta:Diva Pustaka.

Maxweel, Joseph A. 1996. Qualitative Research Design an Interactive Approach. California: Sage Publication.

Mulyana, Dedey. 1986. Sosiological Theory Explanation, Paradigm and Ideology, California: Mayfield Publishing Company.

Raharjo, M, Dawam.1985, Pergulatan Dunia Pesantren, Membangun dari Bawah. Jakarta: P3M.

Redaksi Sinar Grafika. 1999. Undang-undang Otonomi daerah 1999, Jakarta: Sinar Grafika Offset.

Sasono, Adi, et.al.,1999, Solusi Islam atas Problematika Umat, Jakarta: Gema Insani Press.

Tampubolon. 1973, Efektivitas Sistem Pemerintahan Desa dan Lembaga-lembaga Desa, Suatu Studi tentang Kepemimpinan Opini. Malang: Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan, Universitas Brawijaya.

Uhlin, Anders. 1995. Democracy and Defusion: Transitional Lesson- Drawing among Indonesian Pro-Democracy Actors. Sweden: Lund.

Usman, Sunyoto, 1998.Pembangunan dan Perberdayaan Masyarakat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wahid, Hamid, Abdul.2001.Persepektif Baru Pesantren Dan Pengembangan Masyarakat, Surabaya: Yayasan Triguna Bhakti.

Yacub, H.H. 1993. Pondok Pesantren dan Pembangunan Masyarakat Desa, Bandung: Angkasa.

Yasmadi, 2002. Modernisasi Pesantren, Kritik Nur Cholis Madjid Terhadap Pendidikan Islam Tradisional, Jakarta: Ciputat Press.

Downloads

Published

2006-07-11

How to Cite

Sarwan, S. (2006). Peran Tokoh Informal dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Umat di PP. An-Nuriyah Kaliwining Rambipuji Jember: The Role of Informal Leaders in Enhancing the Quality of Community Education at An-Nuriyah Islamic Boarding School, Kaliwining, Rambipuji, Jember. Fenomena, 5(2), 83-92. https://doi.org/10.35719/fenomena.v5i2.393

Similar Articles

1-10 of 375

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)