Konstruksi Fiqh Pluralitas Masyarakat Tradisional
The Construction of Fiqh in the Context of Traditional Plural Societies
DOI:
https://doi.org/10.35719/10.35719/fenomena.v15i1.298Keywords:
Pluralist Fiqh, Multicultural Paradigm, Substantial, Fiqh Pluralitas, Paradigma Multikultural, SubstansialAbstract
Societal plurality and the dominance of sectarian-exclusive fiqh that neglects justice and local culture are critical issues in contemporary Islamic law. This article employs legal adaptability theory and Abid al-Jabiry's Arab reasoning framework as the main theoretical map to analyze the struggle between the multicultural ushul fiqh paradigm and the traditional literalistic paradigm. The research aims to reveal how plurality fiqh is constructed within the Ma'had Aly Situbondo community. A qualitative descriptive-analytical method with a contemporary intellectual history approach was applied through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings show that the community's multicultural ushul fiqh paradigm reflects religious utilitarianism, integrating theocentric and anthropocentric dimensions and moving beyond textual meaning toward the ethical and moral substance of the texts. In conclusion, the construction of plurality fiqh in this community is moderate and evolutionary rather than revolutionary, yet it still contains epistemological weaknesses in the form of textual objectivism, which may hinder the realization of emancipatory fiqh. More critical epistemological analysis and methodological tools that integrate text and social reality are recommended.
Pluralitas masyarakat dan dominasi fiqh sektarian-eksklusif yang mengabaikan keadilan dan budaya lokal menjadi isu krusial dalam hukum Islam kontemporer. Artikel ini menggunakan peta besar teori adaptibilitas hukum dan kerangka nalar Arab Abid al-Jabiry untuk menganalisis pergulatan antara paradigma ushul fiqh multikultural dengan paradigma tradisional literalistik. Penelitian bertujuan mengungkap konstruksi fiqh pluralitas di komunitas Ma’had Aly Situbondo. Metode kualitatif deskriptif-analitik dengan pendekatan sejarah intelektual kontemporer diterapkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma ushul fiqh multikultural komunitas ini bercorak utilitarianisme religius yang mensinergikan dimensi teosentris dan antroposentris, serta melampaui makna tekstual menuju substansi etis-moral nash. Kesimpulannya, konstruksi fiqh pluralitas komunitas Ma’had Aly bersifat evolutif moderat, bukan revolutif, namun masih mengandung kelemahan epistemologis berupa objektivisme teks yang berpotensi menghambat terwujudnya fiqh emansipatoris. Diperlukan analisis epistemologis lebih kritis dan perangkat metodologis yang lebih integratif antara teks dan realitas sosial.
Downloads
References
A’la, Abd,” Konflik Agma, Etnisitas dan Politik kekuasaan, Membincang Akar (ersoalan dan Signifikansi Pengembangan Teologi Transformatif” dalam Thoha Hamim. dkk (eds), Resolusi Konflik Islam Indonesia (Surabaya LSAS dan IAIN Sunan Ampel Surabaya Press, 2007
Adullahi An Na’im, Toward an Islamic Reformation: Civil Liberties, Human Rights and International Law. New York : Syracuse University Press, 2004
Adullah Saeed, 2006. Islamic Thought: An Introduction, New York: Routledge
Affidudin Muhajir, Keluar dari Jebakan Metodologis “Revitalisasi Usul Fiqh Sebuah Kesemestian”, Asembagus, 2000.
Abdullah, Amin, Paradigma Alternatif Pengembangan Ushul fiqh dan Dampaknya terhadap Fiqhi Kontemporer,” dalam Ainurrofiq (ed).”Madzhab Jogja,
Abdurrahman, Dudung, ”Model Pengembangan Ma’had Aly (Studi beberapa Peantren di Jawa)”, Hasil penelitian Kompetitif PTAI Tahun Anggaran 2003 IAIN Sunan Kalijogo Yogyakarta tahun 2004
Abu Bakar, Al Yasa,” Beberapa Teori Penalaran Fiqhi dan Penerapannya”, dalam Eddi Rudiana Arif dkk (ed) , Hukum Islam di Indonesia, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1991
Ainurrofiq (ed), “Madzhab Jogja” Menggagas Paradigma Usul fiqh Kontem- porer”, Yogyakarta :Ar-Ruzz Press dan Fakultan Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga, 2002
Alwani (al), Thoha Jabir, Metodologi Hukum Islam Kontemporer, terj, Yusdani, Yogyakarta: UII Press, 2001
An Na’im, Abdullah, Mahmud Muhammad Taha and Crisis of Islamc Law Reform: Implication for Interrelgious Relation’, Journal Economical Studies.
Anwar, Syamsul; Paradigma Fiqhi Kontemporer : Mencari Arab baru telaah hukum Islam, Program S3 PPS IAIN Ar Raniry Banda Aceh, Makalah Loka karya Program Doktor Fiqhi Kontemporer Pada Pasca S3, 2002
Ainurrofiq (ed), “Madzhab Jogja” Menggagas Paradigma Ushul fiqh Kontem- porer”, Yogyakarta :Ar-Ruzz Press dan Fakultan Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga, 2002
Al-Jabiri, 2001. Aqama Negara dan Penerapan Syari'ah, Yogyakarta: Fajar Pustaka
Amin Abdullah "Rekomtruski Metodologi Studi Aqama" dalam Ahmad Baidowi, M.Affan (eds), Rekonstruksi Ilmu-Ilmu KeIslama
Amin Abdullah, 2009. Pemahaman tentang Pluralitas, Makalah Semiloka Pemutakhiran Kurikulum Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Kependidikan Universitas Negeri Surabaya
Amin Summa ,Muhammad; Pluralisme Aqama Menurut al-Qur'an: telaah Aqidah dan Syari'ah.
Bruce Lawrence, 1991. From Islamic Revivalism to Islamic Funadamentalism, dalam Currents in Modern Thought, pebruari
Bruinessen " Tradisionalist Muslim in a Modernizing Word: The Nahdlatu al- Ulama in Indonesia's New Order Politics Factional Conflict and The Search for A New Discours", Jakarta, LKis, 1994.
Chooueri, Yossef M. 2003, Islam Garis Keras: Melacak Akar Gerakan Fun- damentalism, terj, Humaidi Suhud & M. Maufur, Yogyakarta: Qanun
Stan Danusiri, Menguak Epistimologi fiqh di Indonesia, Yogyakarta:Pustaka Belajar offset, 2005
Didin Nogroho, dalam Mukhsin Jamil, 2007.Mengelola Konflik Mem- bangun Damai: Teori dan Strategi dan Implementasi Resolusi Konflik, Semarang:Walisongo Mediation Centre
Farid Esack "Qur'an , Liberation & Pluralism: An Islamic Perspektif of Inter- religious Solidarity againts Oppression".
Dahlan, Moh. "Paradigma Ushul Fiqh Multikultural di Indonesia", dalam Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kenegaraan, SYAIN Slaiga, Volume 12 Nomor 1 Juni 2012
M. Dahlan, " Ijtihad Paradigm of Multicultural Islamic Law: Case Study Of Munawir Syadzali's Opinion, dalam Imam Subchi dkk (eds), Muzaik Pemikiran Islam: Bunga Rampai Pemikiran Islam Indonesia, Jakarta Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI 2011
Hasan Turabi, Pembaruan Usul fiqh,terj Abd Haris, Bandung: Arasy, 2003
Ishaq. Fikih Lintas Aqama, (Jember: STAIN Press) 2013
Hamim, Thoha, " Konflik dalam Perspektif Komunitas Beragama di Indonesia, dalam Thoha Hamim. dkk (eds), Resolusi Konflik Islam Indonesia (Surabaya LSAS dan IAIN Sunan Ampel Surabaya Press), 2007
Hasan Hanafi, 2001. Agama, Kekerasan dan Islam Kontemporer, Yogyakarta Jendela
Hasan Turaby, fiqh Demokratis: Dari Tradisionalisme Kolektif Menuju Moderenisme Populis, terj, Abdul Haris dan Zainul Am, Bandung: Arasy, 2003
John L Esposito, 2008. Muslim Moderat, Siapakah Muslim Moderat, Jakarta:Kulturga
Juhaya S. Praja, Epistimologi fiqh, Yogyakarta :Pustaka Belajar offset, 2000
Khaled Abuo El-Fadel, 2005. Selamatkan Islam dari Muslim Puritan, terj. dari The Great Theft: Wrestling Islam From The Extremist. Pe- nerjemah, Helmi Mustofa: Serambi Ilmu Pustaka
Khaled Abou El-Fadhl, 2002. The Place of Tolerance in Islam, Bostom: Beacom Press
Khaled Abou El-Fadhl, 2003: The Human Rights Commitment in Modern Islam, Orford:Onword
Lawrence, Bruce B. 2004, Islam Tidak Tunggal: Melepaskan Islam dari Kekerasan, terj. Harimuksti Bagocs Oka Jakarta : Serambi Ilmu Semesta
Lukman Thahir, 2004: Studi Islam Interdisipliner: Aplikasi Pendekatan Filsafat, Sosiologi dan Sejarah. Yogyakarta: Qirtas
M.Jadu al-Maula, Pertarungan fiqh dengan Kekuasaan, ed. tim redaksi Tanwir al-Afkar, Yogyakarta, LkiS:, 2000
Marasabessy, Abd Rahman "Pluralisme Agama Perspektif al-Quran"
Minhaji, Akh., Menguak Fenomena Metodologi Studi Hukum Islam di Kalangan Kaum Tradisionalis (NU): antara kalangan propogressif- Moderenis dengan Tradisionalis-Konservatif, Makalah Seminar: Jogyakarta, 2005
Moleong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosda,1998
Muchadjir, Noeng, Metode Penelitian Kualitatif, Yogyakarta:Rake Sarasta, 1996
Muhsin Jamil, 2005: Membongkar Mitos Menegakkan Nalar: Pergulatan Islam Liberal Versus Islam Literal,Yogyakarta:Pustaka Pelajar dan Ilham Istitute
Muqsid Ghazali, Abd “perspektifal-Qur’an tentang pluralisme Agama”. Disertasi Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakata 2008
Muqsid Ghazali, Abd” Fikih Pluralitas meretas kebekuan fikih ekksklussif: wacana baru fikih inklussif. Makalah seminar fikih konyemporerl PP Salafiyah Syafiiah sukcorejo, 2009
Rahman, Fazlur, Gelombang Perubahan dalam Islam:Studi Tentang Funda- mentalism Islam, Jakarta : Rajawali Press, 2000
Rahman, Arief, :Demenis Sosial Ekonomi dalam Konflik antar Umat Ber- agama di Indonesia, dalam Dian Interfidei dan Pustaka Pelajar , 1994
Ricueur, Paul, Hermeneutics an the Human Sciences, Essay on Linguag, Action And Interpretation, John B. Tompson (terj. & ed) Cambridge: Cambridge University
Satria Effendi, Antara Epistimologi Klasik Dengan Modern: Sebuah Per- tarungan Sejarah Metodologi fiqh, dalam Pesantren No.1/Volume VIII, Jakarta:P3M,
Schwartz, Stephen Suleyman, 2003. Two Faces of Islam: Saudi Fundamental- ism and Its Role in Terrorism. New York: Achor Books .
Shihab, Alwi, Islam Inklussif; Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Ban- dung: Mizan, 1997)
Sirry, Mun’im A. (ed), Fiqih Lintas Agama; Membangun Masyarakat Madani Inklusif-Pluralis, Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina, 2004.
Safi, Louay, Ancangan Metodologi Alternatif, terj. Imam Khoiri, Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 2001
Syamsul Anwar, Epistimologi Hukum Islam, Kajian Terhadap Pendekatan Tekstual Dan Kontekstual, Laporan Penelitian, Yogyakarta:Pusat Penelitia IAIN Sunan Kalijaga, 2004
Tebba, Sudirman, “Konflik Maluku dan Mobilitas vertikal Umat Islam”, dalam Islam Pasca Orde Baru (Yogyakarta; Tiara Wacana, 2000).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2016 Ishaq Ishaq

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.