Supervisi Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Kinerja Guru
The Principal's Supervision in Enhancing Teacher Performance
DOI:
https://doi.org/10.35719/fenomena.v16i2.292Keywords:
Academic Supervision, Improving Teacher Performance, Principal of Madrasah, Supervisi Akademik, Peningkatan Kinerja Guru, Kepala MadrasahAbstract
The low quality of teacher performance remains a critical issue in many educational institutions, particularly at the elementary madrasah level, where academic supervision is often not implemented optimally. Based on the central role of the principal in achieving educational goals, this research aims to reveal how academic supervision is carried out to improve teacher performance. A qualitative approach was employed, using interviews, participant observation, and documentation at Madrasah Ibtidaiyah Sirajul Ulum, Probolinggo. The findings show that individual techniques such as orientation for new teachers, classroom observation, and individual conferences, as well as group techniques including teacher meetings, workshops, bulletin boards, and field trips, have been implemented but remain suboptimal. The main obstacles include the principal’s busy schedule due to external meetings and the lack of readiness among some teachers to be supervised. The study concludes that academic supervision has not yet run effectively and recommends routine, well-planned supervision activities to enhance teacher professionalism and learning quality.
Rendahnya kualitas kinerja guru masih menjadi isu krusial di banyak lembaga pendidikan, khususnya di madrasah ibtidaiyah, di mana supervisi akademik sering kali belum berjalan optimal. Berdasarkan peran sentral kepala madrasah dalam mencapai tujuan pendidikan, penelitian ini bertujuan mengungkap pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi di MI Sirajul Ulum, Probolinggo. Temuan menunjukkan bahwa teknik individual seperti orientasi guru baru, observasi kelas, dan percakapan individual, serta teknik kelompok seperti rapat dewan guru, workshop, buletin board, dan karyawisata telah dilaksanakan namun belum optimal. Hambatan utama adalah kesibukan kepala madrasah karena rapat di luar sekolah dan kurangnya kesiapan sebagian guru untuk disupervisi. Kesimpulannya, supervisi akademik belum berjalan efektif, dan direkomendasikan perlunya kegiatan supervisi yang rutin dan terencana guna meningkatkan profesionalisme guru serta kualitas pembelajaran.
Downloads
References
Arikunto, Suharsimi & Lia Yuliana, Manajemen Pendidikan (Yogyakarta: Aditya Media, 2009).
Danim, Sudarwan, Otonomi Manajemen Sekolah (Bandung: Alfabeta, 2010).
Daryanto, Administrasi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2001).
Depag RI. Al-Qur’an Dan Terjemahannya (Jakarta: Yayasan Penerbitan Kitab Suci Al-Qur’an, 1992).
Departemen Pendidikan Nasional, Pengolahan dan Analisis Data Penelitian (Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, 2008).
Departemen Pendidikan Nasional, Penilaian Kinerja Guru (Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, 2008).
Departemen Pendidikan Nasional, Supervisi Akademik dalam Peningkatan Profesionalisme Guru (Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, 2007).
Djamarah, Syaiful Bahri, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2000).
Indrafachrudi, Soekarto, Mengantar Bagaimana Memimpin Sekolah Yang Baik (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1993).
Maunah, Supervisi Pendidikan Islam Teori dan Praktik (Yogyakarta: Teras, 2009).
Moeleong, Lexy J., Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya. 2000).
Muhaimin, Manajemen Pendidikan: Aplikasi dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah dan Madrasah (Jakarta: PT Kharisma Putra Utama, 2010).
Mulyasa, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000).
Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005).
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengawas Madrasah Dan Pengawas Pdndidikan Agama Islam Pada Sekolah.
Rosyada, Dede, Paradigma Pendidikan Demokratis (Jakarta: Prenada Media, 2004).
Sanjaya, Wina, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (Jakarta: Kencana, 2008).
Sukadi, Guru Powerfull: Guru Masa Depan (Bandung: Kholbu, 2001).
Sumiati dan Asra, Metode Pembelajaran (Bandung: Wacana Prima, 2008).
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di sekolah (Jakarta: Rineka Cipta, 1997).
Uhbiyanti, Nur, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2005).
Ulwan, Abdullah Nashih, Pendidikan Anak dalam Islam, Jil. II, terj. Jamaluddin Miri (Jakarta: Pustaka Amani, 1999).
Usman, Moh. Uzer, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2003).
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala madrasah (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2017 Abdul Hamid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.